Pasokan Energi Nasional Diklaim Aman, Pemerintah Perkuat Diversifikasi Impor

By Admin


Dok. Setneg
nusakini.com, Jakarta, — Pemerintah menyatakan pasokan energi nasional dalam kondisi aman di tengah ketidakpastian geopolitik global, termasuk ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, cadangan LPG nasional saat ini telah berada di atas 10 hari. Ia menyebut kondisi sempat menantang sebelumnya, namun kini dinilai telah teratasi, Rabu, 8 April 2026.

Menurutnya, pasokan energi domestik juga diperkuat dengan kedatangan kapal pengangkut dalam waktu dekat. Untuk komoditas bahan bakar, pemerintah tidak lagi melakukan impor solar, sementara impor bensin masih berjalan dengan kisaran volume sekitar 20–22 juta kiloliter.

Bahlil menjelaskan, ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari kawasan Timur Tengah relatif terbatas. Impor dari wilayah tersebut hanya berupa minyak mentah (crude oil) dengan porsi sekitar 20–25 persen, tanpa impor bahan bakar minyak (BBM) jadi.

Pemerintah, lanjutnya, telah melakukan diversifikasi sumber pasokan energi dari sejumlah negara seperti Angola, Nigeria, dan Amerika Serikat. Sementara untuk LPG, pasokan diperoleh dari negara lain seperti Australia, sehingga tidak bergantung pada jalur distribusi Selat Hormuz.

Selain itu, pemerintah terus memantau distribusi energi, termasuk pergerakan kapal di jalur strategis internasional. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan.

Terkait harga BBM nonsubsidi, pemerintah masih melakukan perhitungan bersama badan usaha, termasuk PT Pertamina (Persero) dan pihak swasta.

Pemerintah menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menjaga stabilitas dan keamanan pasokan energi nasional. (*)